Minggu, 10 November 2013

About K-Vision

Company Profile

K-Vision adalah perusahaan TV berlangganan berbasis Prabayar di bawah Group of Television Kompas Gramedia. K-Vision dipersiapkan sebagai salah satu TV berlangganan yang akan merubah paradigma konsumen Indonesia dari yang berorientasi harga menjadi berorientasi fitur.
Saat ini banyak TV berlangganan di Indonesia yang mengandalkan harga murah dan channel beragam. K-Vision hadir dengan revolusi baru dan berbeda dengan yang telah ada saat ini, dengan memposisikan diri sebagai TV berlangganan yang lebih berbasis fitur dengan harga yang kompetitif.

Vision
K-Vision  memiliki visi  Menjadi Televisi Berlangganan  yang memberikan tayangan penuh hiburan, informasi, edukasi dan inspirasi sebagai langkah untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia.

Mission
  • Menyajikan program-program siaran unggulan, baik tayangan lokal maupun internasional , yang penuh dengan hiburan, inspirasi, informasi, dan ilmu pengetahuan di segala aspek kehidupan.
  • Menjadi mitra setiap keluarga dan pemerintah Indonesia dalam pembangunan negara, melalui  teknologi dan program-program yang bermutu.

 KVision adalah perusahaan TV berlangganan berbasis Prabayar di bawah Group of Television Kompas Gramedia yang akan merubah paradigma konsumen Indonesia dari yang berorientasi harga menjadi berorientasi fitur. KVision merupakan licensed broadcaster FIFA World Cup 2014, BPL, ISL dan berbagai liga bola dunia lainnya.

Saat ini menggunakan Satelit Measat 3/3a dengan Frekuansi 12347 Polaritas H SymbolRate 9000 yang sedianya mulai Tayang 1 September 2013
Dengan ChanneL Tv Sementara 
$  TVRI NASIONAL
$  SCTV
$  TRANS TV
$  TVONE
$  KompasTV
$  TRANS7
$  K-Knowledge
$  K-Entertainment
$  Australian Network
$  FOX
$  FOX SPORT
$  National Geography
Menurut CEO Kelompok Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo,  segera meluncurkan operatornya sendiri televisi berbayar, dijuluki K Vision, pada bulan September 2013. "Ini akan fokus pada penyediaan bahan-bahan pendidikan bagi masyarakat. Saat ini, kami sedang menunggu izin yang diperlukan dari Departemen Komunikasi dan Informasi, "katanya, menambahkan sekitar Rp 1 triliun menjadi Rp 1,5 triliun telah diinvestasikan untuk menarik sekitar 300.000 pelanggan selama siaran pertama K Vision.

Separately, Kompas Gramedia Group CEO Agung Adiprasetyo said the group would soon launch its own pay-television operator, dubbed K Vision, in September. “It will focus on providing educational materials for the public. At the moment, we are waiting for the necessary permits from the Communications and Information Ministry,” he said, adding around Rp 1 trillion to Rp 1.5 trillion had been invested to attract around 300,000 subscribers during K Vision’s first broadcasts.

Indonesia has now four major players in the pay-TV industry, namely MNC Group’s Indovision, Telkom’s Telkomvision, Elang Mahkota Group’s Nexmedia and Lippo Group’s First Media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar